Minggu, 04 November 2012

Nilai Sebuah Kejujuran

Kejujuran adalah salah satu faktor penting dalam penyucian jiwa dalam menggapai cinta kita kepada Allah swt, tanpa ada kejujuran dalam jiwa kita mustahil hati kita bisa tenang. Dalam menjalakan kehidupan sehari-hari perasaan kita selalu diliputi rasa was-was atau gelisah. Ketika manusia sudah mulai tidak jujur terhadap manusia yang lain, maka mulailah muncul perseteruan, pertengkaran, percekcokan, perselisihan dan berujung pada penghilangan nyawa seorang manusia. 

Ketika manusia sudah tidak jujur dengan alam, maka mulailah kehancuran alam, ilegal logging yang berujung pada kemurkaan alam dengan longsor, banjir, semburan gas alam, semburan lumpur yang berujung pada musnahnya juga aspek-aspek penting dan semua pengisi alam termasuk manusianya itu sendiri. Dan ketika manusia tidak lagi jujur dengan Tuhannya, maka kemurkaan Tuhan turun dan lebih seram dari kemurkaan alam, hasilnya? manusia tidak lagi sempat memohon ampun ketika Tuhan mencabut nyawa manusia itu. 

Tanyalah kepada hati kita apa yang terbaik untuk membalas kejujuran yang di berikan seseorang pada kita.. paling penting kejujuran tak ada nilainya dan tak ada di jual di mana-mana sekali pun kita tawarkan harga yang paling tinggi untuk memilikinya..

Walaupun ada kalanya kejujuran di balas dengan kekecewaan tapi tak semua begitu, aku masih percaya akan adanya kebaikan dalam setiap kejujuran yang di berikan...

Berapa harga sebuah kejujuran?

Walaupun untuk bersikap jujur memerlukan seribu alasan dan ada masanya kejujuran itu akan membawa kepada sesuatu yang tidak kita duga tapi percayalah penghujung nya tetap akan ada manisnya...

Mana ada manusia yang jujur seratus persen ?, sedikit sebanyak tetap ada rahasia yang tersimpan rapi.. itu hak pribadi jadi tak perlu di persoalkan..

dalam peristiwa yang nampak jujur tetap ada rahasia di sebaliknya, dan ada juga yang jujur tapi ia tak jelas akan kejujuran itu..

semua tu datang dari hati bukan dengan paksaan.. tak ada siapa yang memaksa siapa untuk bersikap jujur, tapi percaya lah andai kita jujur dengan diri kita sendiri maka hati dan pikiran kita akan lebih tenang dan lebih fokus dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menggapai cinta Allah.


Wassalam

Akan Datang Penghuni Surga

Di suatu hari Nabi Muhammad Saw sedang duduk di Masjid bersama para sahabatnya. Tiba-tiba Nabi berseru, "akan datang penghuni surga." Serentak para sahabat memandang ke arah pintu. Ternyata datanglah seorang sahabat yang memberi salam pada mejelis Nabi Muhammad Saw lalu shalat. 

Keesokan harinya lagi, pada sitausi yang sama, Nabi Muhammad Saw berseru, "Akan datang penghuni surga." Tiba-tiba hadir dari arah pintu sahabat yang kemaren juga digelari Rasul penghuni surga. 

Selepas bubarnya mejelis Nabi Muhammad Saw, seorang sahabat mengejar "penghuni surga" tersebut. Ia berkata, "maafkan saya wahai saudaraku. Aku bertengkar dengan keluargaku bolehkah aku barang satu-dua hari menginap di rumahmu?" 

"Penghuni surga" ini lalu berkata, "baiklah..." Satu hari berlalu, dua hari berlalu dan tiga hari pun berlalu. Akhirnya sahabat ini tak tahan dan berkata pada "penghuni surga". "Wahai saudaraku sebenarnya aku telah berbohong padamu. Aku tak bertengkar dengan keluargaku. Aku bermalam di rumahmu untuk melihat apa amalanmu karena aku mendengar rasul menyebutmu penghuni surga. Tapi setelah aku perhatikan amalan mu sama dengan apa yang aku kerjakan. Aku jadi tak mengerti....." 

"Penghuni surga" itu menjawab, "maafkan aku, memang inilah aku! Ibadah yang aku jalankan tidak kurang- tidak lebih sebagaimana yang engkau saksikan selama tiga hari ini. Aku tak tahu mengapa Rasul menyebutku "penghuni surga". 

Sahabat itu lalu pergi meninggalkan "penghuni surga". Tiba-tiba "penghuni surga" itu memanggil sahabat tersebut. "Saudaraku, aku jadi teringat sesuatu. Aku tak pernah dengki pada sesama muslim. Mungkin ini......" 

Sahabat tersebut langsung berseru, "ini dia yang membedakan engkau dengan kami. Ini dia rahasianya mengapa Rasul menyebutmu penghuni surga. Ini yang tak dapat kami lakukan." 

Ternyata, soal dengki ini bukan persoalan sepele. Ada seorang tukang sate di tempat saya. Alhamdulillah satenya yang memang empuk itu laris bukan main. Tetangganya mulai mencibir dan menuduh si Tukang sate memelihara tuyul. Ketika anak si Tukang Sate kecelakaan, lagi-lagi tetangganya mencibir, "rasakan! itulah tumbal akibat main tuyul!" 

Lihatlah kita. Apakah kita bertingkah laku persis tetangga Tukang Sate tersebut? Kita tak rela kalau saudara kita memiliki nilai "lebih" di mata kita. Repotnya, rumput tetangga itu biasanya terlihat lebih "hijau" dibanding rumput kita. Kita dengki dengan keberhasilan saudara kita. 

Ada seorang wanita karir yang berhasil. Karena beban kerjanya dia sering kerja lembur sampai baru pulang saat larut malam. Tetangganya menuduh ia wanita jalang. Ketika dari hasil jerih payahnya ia mampu membeli mobil, tetangganya ribut lagi, kali ini ia disebut "simpanan seorang bos". 

Masya Allah! Bukannya belajar dari keberhasilan saudara kita tersebut, kita malah mencibir dan menuduhnya yang bukan-bukan. 

Dengki adalah persoalan hati. Dari dengki biasanya lahir buruk sangka, kemudian dari buruk sangka biasanya lahir fitnah dan tuduhan, untuk menyebarkan fitnah ini kita bergosip kemana-mana sambil menggunjingkan perilaku orang tersebut. 

Lihatlah, bermula dari dengki kemudian menyusul perbuatan dosa yang lain! 

Sulit sekali menghilangkan rasa dengki tersebut. Untuk itu marilah kita minta perlindungan-Nya: 

    "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan KEDENGKIAN dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS 59:10) 

Armidale, 2 September 1997

Nadirsyah Hosen adalah dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Hukum yang mewajibkan berjilbab.


Telah menjadi suatu ijma' bagi kaum Muslimin di semua negara dan  di  setiap  masa  pada  semua  golongan  fuqaha, ulama,ahli-ahli hadis dan ahli tasawuf, bahwa  rambut  wanita  itu termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka dihadapan orang yang bukan muhrimnya.

Adapun sanad  dan  dalil  dari  ijma'  tersebut  ialah  ayat Al-Qur'an:

"Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya,     dan janganlah menampakkan  perhiasannya, kecuali     yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka     menutupkan kain kerudung ke dadanya, ..."    (Q.s. An-Nuur: 31).

Maka,  berdasarkan  ayat  di atas, Allah swt. telah melarang bagi  wanita  Mukminat  untuk  memperlihatkan  perhiasannya. Kecuali  yang  lahir  (biasa  tampak). Di antara para ulama, baik dahulu maupun sekarang, tidak ada yang mengatakan bahwa rambut  wanita  itu  termasuk  hal-hal  yang  lahir;  bahkan ulama-ulama yang  berpandangan  luas,  hal  itu  digolongkan perhiasan yang tidak tampak.

Dalam  tafsirnya,  Al-Qurthubi mengatakan, "Allah swt. telah melarang kepada kaum  wanita,  agar  dia  tidak  menampakkan perhiasannya   (keindahannya),  kecuali  kepada  orang-orang tertentu; atau perhiasan yang biasa tampak."

Ibnu Mas'ud berkata, "Perhiasan yang  lahir  (biasa  tampak) ialah   pakaian."  Ditambahkan  oleh  Ibnu  Jubair,  "Wajah" Ditambah pula oleh Sa'id Ibnu Jubair dan  Al-Auzai,  "Wajah, kedua tangan dan pakaian."

Ibnu  Abbas,  Qatadah  dan Al-Masuri Ibnu Makhramah berkata, "Perhiasan (keindahan) yang lahir itu ialah celak, perhiasan dan cincin termasuk dibolehkan (mubah)."

Ibnu Atiyah berkata, "Yang jelas bagi saya ialah yang sesuai dengan arti ayat tersebut, bahwa wanita diperintahkan  untuk tidak  menampakkan  dirinya dalam keadaan berhias yang indah dan supaya berusaha  menutupi  hal  itu.  Perkecualian  pada bagian-bagian  yang  kiranya berat untuk menutupinya, karena darurat dan sukar, misalnya wajah dan tangan."

Berkata Al-Qurthubi, "Pandangan Ibnu  Atiyah  tersebut  baik sekali, karena biasanya wajah dan kedua tangan itu tampak di waktu biasa  dan  ketika  melakukan  amal  ibadat,  misalnya salat, ibadat haji dan sebagainya."

Hal  yang  demikian  ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a. bahwa ketika Asma' binti  Abu Bakar  r.a.  bertemu dengan Rasulullah saw, ketika itu Asma' sedang  mengenakan  pakaian  tipis,  lalu  Rasulullah   saw. memalingkan muka seraya bersabda:
"Wahai Asma'! Sesungguhnya, jika seorang wanita      sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi     dirinya menampakkannya, kecuali ini ..." (beliau mengisyaratkan pada muka dan tangannya).

Dengan demikian, sabda Rasulullah saw. itu menunjukkan bahwa rambut  wanita   tidak   termasuk   perhiasan   yang   boleh ditampakkan, kecuali wajah dan tangan.

Allah  swt.  telah  memerintahkan  bagi  kaum wanita Mukmin, dalam  ayat  di  atas,  untuk  menutup  tempat-tempat   yang biasanya  terbuka  di  bagian dada. Arti Al-Khimar itu ialah "kain  untuk  menutup  kepala,"  sebagaimana   surban   bagi laki-laki,   sebagaimana  keterangan  para  ulama  dan  ahli tafsir. Hal ini (hadis  yang  menganjurkan  menutup  kepala) tidak terdapat pada hadis manapun.

Al-Qurthubi  berkata,  "Sebab  turunnya  ayat tersebut ialah bahwa pada masa itu kaum wanita jika menutup  kepala  dengan akhmirah  (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang, sehingga dada, leher dan telinganya  tidak  tertutup.  Maka, Allah swt. memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu dada dan lainnya."

Dalam riwayat Al-Bukhari, bahwa Aisyah r.a.  telah  berkata, "Mudah-mudahan wanita yang berhijrah itu dirahmati Allah."

Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya untuk menutupi apa yang terbuka.

Ketika Aisyah r.a. didatangi oleh Hafsah, kemenakannya, anak dari saudaranya yang bernama Abdurrahman r.a. dengan memakai kerudung (khamirah) yang tipis di  bagian  lehernya,  Aisyah r.a.   lalu   berkata,   "Ini   amat   tipis,   tidak  dapat menutupinya."

---------------------------------------------------
Fatawa Qardhawi: Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah

Astaga...Ternyata YESUS Bukan TUHAN !!!

(Sekedar sharing Sahabat,postingan ini bukan untuk menyinggung non muslim namun hanya sekedar berbagi untuk kita umat Islam, untuk menambah iman kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala....
Biarpun para Nasrani menganggap Yesus al Masih adalah Tuhan namun kita harus menghormatinya sebagaimana Firman Allah : "Lakum dinukum waliya diin " yng artinya : Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku (QS Kafiirun)..jaga ukhuwah.... Salam Sahabat...!!!!)

 1.Silsilah Yesus Kristus

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).

Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !

Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :

    Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !

    Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!

Dalam Qs. 57 Al Hadiid ayat 3 dijelaskan sebagai berikut :

 "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Qs. 57 Al Hadiid 3)

Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.

1. Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !

2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!

2. Kelahiran Yesus Kristus

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1 : 21).

Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.

    Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.

    Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.

Al Qur'an juga menginformasikan kelahiran Yesus sebagai berikut :

"(Jibril) berkata, "Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci." (Qs 19 Maryam 19).

 3. Yesus Pemimpin Umat Israel 

"Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel." (Matius 2:6).

Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.

    Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.

    Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.

    Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.

4. Yesus dibaptis oleh Yohanes

"Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya." (Matius 3:13).

Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu "pembabtisan", yang kalau dalam Islam "Bersyahadat". Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibabtis.

    Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.

    Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.
    
5. Yesus dikasihi oleh Tuhan.

"Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan." (Matius 3:17).

Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhanyang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi  yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?

    Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.

    Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.

    esus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

6. Yesus dibawa dan dicoba oleh iblis

"Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis." (Matius 4:1).

Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.

    Setiap yang di coba oleh iblis, pasti bukan Tuhan.

    Yesus di coba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.

"Hai sekalian manusia, telah dijadikan suatu perumpamaan, maka dengarlah perumpamaan itu. Sesungguhnya yang kamu seru selain Allah, mereka tidak sekali-kali dapat membuat lalat walaupun mereka hanya berhimpun untuk itu. Dan jika lalat itu merampas semua dari mereka, niscaya mereka tidak sanggup merebutnya dair lalat itu. (Inilah)  kelemahan yang menuntut (si penyembah) dan yang dituntut (benda yang disembah)." (Qs 22 Al Hajj 73).

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh....


Sumber : H. Insan LS Mokoginta

Islam Rahmatan Lil 'Alamin

“ISLAM SELURUH ALAM”. Mengapa Islam Seluruh Alam, ini kerana Allah swt hanya menerima Islam sebagai pegangan, petunjuk, kebenaran, rahmat dan merangkumi semua aspek kehidupan hamba-hamba ciptaan Allah swt.

“Para Nabi Dari Nabi Adam a.s Sehingga Nabi Isa a.s Adalah Umpama Batang-Batang Sungai Yang Hangat Mengalir Menuju Samudera Raya, Di Situlah Nabi Muhammad saw Yang Di Utus Untuk Seluruh Umat Para Nabi Dan Umat Manusia Seluruhnya Sehingga Datangnya Kiamat”

Mungkin agak sukar untuk diterima masyarakat dunia bahwa Rasulullah saw adalah Utusan, Pedoman & Rahmat bagi sekalian alam. Tanpa disedari Kitab-Kitab Agama selain Al-Quran juga menyentuh tentang keperibadian Nabi Muhammad saw selaku Utusan untuk seluruh umat Para Nabi dan juga umat seterusnya sehingga ke hari Kiamat.

Berikut adalah hikmah Kedatangan Rasulullah saw adalah:

    Memperbetulkan tauhid manusia kepada Allah swt dan meninggalkan amalan buruk menyembah manusia, menyembah berhala atau apa saja.
    Sebagai Pembatas Kepalsuan dan Kebenaran, membenarkan kitab-kitab terdahulu seperti memperbetulkan pandangan manusia terhadap Tuhan dan para utusan Allah swt di masa lalu
    Menjaga keaslian Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil dari terus dinodai dan dirubah hakikat pernyataan-pernyataan berkenaan Ilmu Tauhid, Syariat dan lain-lain hal.

Benarkah Nabi Muhammad SAW tidak pernah dinubuatkan di dalam Kitab Injil? Apakah yang dikatakan Jesus Tentang Kerasulan Nabi Muhammad SAW? Sepanjang kehidupan Rasulullah SAW, apakah kriteria yang ditampilkan beliau tidak memenuhi apa yang tercatat di dalam Kitab Injil? Segala-galanya bakal saya tampilkan berdasarkan kajian daripada Tokoh-Tokoh Muslim maupun Tokoh-Tokoh Non-Muslim.

(A) Nama Nabi Muhammad Dalam Kitab Kidung Agung

    (Kidung Agung 5:16)
    hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim.

    Lafaz Ibrani pada kitab Kidung Agung (Song of Solomon) sangat jelas mencantumkan nama Muhammad (MHMD) dengan menambahkan kata “dim” yang bermaksud “Yang Agung”.

    (Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.)

    mahămadîm dalam Bible berbahasa Inggris diterjemahkan “lovely “, dalam bahasa Arab mahămadîm seharusnya menjadi MUHAMMADIM.

Namun pendeta/pastur Arab Kristen yang tidak mau untuk menerima kebenaran kata “muhammadim” adalah nabi “Muhammad Yang Agung”. Mereka mengatakan bahwa muhammadim artinya seseorang yang memiliki karakteristik terpuji (bahasa Arab : hamidah). Dan ternyata para pendeta Arab Kristen cepat bertindak dengan mengedit Bible dan mengubah mahămadîm menjadi Habiibii seperti yang dapat anda saksikan di Bible berbahasa Arab terkini.

Namun, benarkah “muhammadim” hanyalah sifat dan sama sekali bukan nama orang ? Sekarang  perhatikan ayat-ayat lain di dalam Bible ini;

    (Kidung Agung 5:10)

    (Hebrew) דודי צח ואדום דגול מרבבה׃

    (Hebrew With Vowel) דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃

    (Transliterasi) dvōdî sah və’ādvōm dāgûl mērəbābâ:

    (KJV) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.

    (Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin diantara 10.000 orang.

    (Kidung Agung 5:16)
    (Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושׁלם׃

    (Hebrew Wiith Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃

    (Transliterasi) hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim:

    (KJV) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.

    (Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Sangatlah jelas “my beloved” adalah MAHAMADIM (MHMDM) atau MUHAMMADIM (Muhammad Yang Agung) adalah pemimpin 10.000 orang. Nabi Muhammad adalah pemimpin 10.000 pasukan dalam penaklukkan kota Mekkah di Paran.

(B) Keturunan Nabi Muhammad saw

Sesungguhnya Nabi Ibrahim dan anaknya (Nabi Ismail) telah berdoa ketika berada di Mekkah agar Allah SWT menjadikan keturunan mereka sebagai umat yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

        “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah Al-Baqarah 2:128-129)

    Dalam Perjanjian Lama (Taurat) dicatat :

        “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20)

        “Bangunlah, angkatlah anak itu (Ismail), dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 21:1)

    Tidak ada keturunan Ismail suatu umat yang berjaya, kecuali umat Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang Allah firmankan,

        “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran 3:110)

    Dalam Perjanjian Lama Taurat Kitab Ulangan,

 (Ulangan 18:18)                                                                                                                           “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

    Yang dimaksudkan dari antara saudara mereka adalah Bani Ismail dan BUKANNYA Bani Israel sebagaimana keyakinan Yahudi dan Kristen. Yahudi beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Yosua, sedangkan Kristen beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Yesus.

    Namun pernyataan Umat Kristen dan Yahudi tertolak dengan sendirinya melalui ayat,

        (Ulangan 34:10)
        וְלֹֽא־קָם נָבִיא עֹוד בְּיִשְׂרָאֵל כְּמֹשֶׁה אֲשֶׁר יְדָעֹו יְהוָה פָּנִים אֶל־פָּנִֽים׃

        vəlō`-qām nāby` ‘ovd bəyiśərā’ēl kəmōšeh ‘ăšer yədā‘vō yəhvâ pānîm ‘el-pānîm

        vəlō` (TIDAK) -qām (BANGKIT) nāby` (NABI) ‘ovd (LAGI) bəyiśərā’ēl (ISRAEL) kə (SEPERTI) mōšeh (MUSA) ‘ăšer yədā (KENAL) ‘wō yəhvâ (TUHAN) pānîm (MUKA) ‘el-pānîm (MUKA).

        “Tidak ada lagi nabi yang bangkit di Israel, Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka.” (Ulangan 34:10 Terjemahan Bebas)

PERHATIAN : Nabi Muhammad adalah Nabi seperti Musa, karena ia memiliki kitab suci dan hukum yang baru, dan nabi Muhammad bukanlah orang Israel. Berdasarkan Ulangan 34:12, hanya nabi Musa saja di kalangan bani Israel yang dianugerahi mukjizat luar biasa oleh Tuhan. Jadi nabi Yosua, nabi Yesus, dan nabi-nabi dari kalangan bani Israel lainnya sama sekali tidak ada yang bisa menyamai mukjizat nabi Musa (baca Ulangan 34:12).

    Ulangan 34:12 (KJV Bible)
    And in all that mighty hand, and in all the great terror which Moses shewed in the sight of all Israel.

    Ulangan 34:12 (LAI 1974)
    dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

    Ulangan 34:12 (Transliterasi)
    úləkol hayyād hahăzāqāh úləkol hammovrā` haggādovl `ăser ’āsāh moseh lə’ēynēy kāl-yisərā`ēl.

    Ulangan 34:12 (Bahasa Ibrani)
    וּלְכֹל הַיָּד הַחֲזָקָה וּלְכֹל הַמֹּורָא הַגָּדֹול אֲשֶׁר עָשָׂה מֹשֶׁה לְעֵינֵי כָּל־יִשְׂרָאֵֽל׃

Taurat mencatat bahwa Ismail adalah seorang pemanah di padang pasir Pasir.

    “Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun (Paran) dan menjadi seorang pemanah.” (Kejadian 21:20)

Nabi Muhammad pun telah mengisyaratkan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya adalah seorang pemanah. Dan dalam hal ini telah terjadi pada kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka nabi Muhammad berkata kepada mereka:

    “Panah lah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah.” (Bukhori kitab al Jihad wa Sair, Ibnu Majah dalam kitab Al Jihad).

(C) Karakteristik Nabi Muhammad Di Dalam Alkitab

    Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits yang disandarkan kepada Abdullah bin Mas’ud yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mendengarkan orang-orang Yahudi membaca Taurat di sebuah Kanisah (kuil). Tatkala Rasulullah SAW masuk ke Kanisah itu, mereka berhenti membacanya, lalu Rasulullah SAW bertanya :”Mengapa kamu berhenti membacanya?” Seorang yang sedang sakit di tempat itu kemudian mengambil kitab Taurat lalu membacanya sampai kepada penjelasan sifat Rasulullah SAW dan umatnya. Setelah itu orang yang membaca tersebut berucap :”Inilah sifat-sifat engkau dan umatmu, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah rasul (utusan) Allah.

Berikut adalah beberapa karakteristik Nabi Muhammad dalam alkitab antara lain :

(1) Bahwasanya Kerajaan Syeba (Yaman) akan tunduk pada Nabi Muhammad

    “Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!” (Mazmur 72:10)

Telah habis masa kerajaan Yaman, dan tidak ada lagi seorang nabi yang nanti raja Yaman akan tunduk padanya, kecuali kepada Nabi Muhammad SAW.

(2) Bahwasanya Nabi Muhammad memiliki kekuasaan pengadilan dan hukum

    “Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!” (Mazmur 72:4)

Nabi Muhammad adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin pemerintahan Islam. Ia memiliki kekuasaan pengadilan. Dengan kekuasaanya, ia menegakkan keadilan didaerah kekuasaannya.

(3) Bahwasanya Nabi Muhammad membawa ajaran Shalowm (Salam/Islam)

    “Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera (Shalowm) bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!” (Mazmur 72:3)

Shalowm (bahasa Ibrani) atau Salam (Bahasa Arab) adalah arti kata Islam. Nabi Muhammad membawa ajaran Islam (Shalowm) dan menegakkan kebenaran dengan kekuasaan yang dimilikinya.

(4) Bahwasanya beliau adalah pahlawan yang menyandang pedang

    “…kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya. Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan…. (Mazmur 45:2-3)

(5) Bahwasanya Tuhan akan memasyurkan nama nabi Muhammad

    “Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 45:17)

(6) Bahwasanya Nabi Muhammad Adalah Batu Penjuru

    “Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru : hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita . Sebab itu, aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu .”

“yang dibuang” : Nabi Muhammad keturunan Ismail yang dibuang (diusir) oleh Sarah.
“batu penjuru” : Nabi terakhir.
“ajaib di mata kita” : Bangsa Yahudi akan memandang ajaib, karena selama ini kenabian selalu lebih banyak lahir dari mereka.
“Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” : Artinya Kerajaan Allah akan berpindah dari Bani Israel ke Bani Ismail yang dibuang dahulu.

    Nabi Muhammad bersabda :
    “Sesungguhnya perumpamaan saya dengan nabi-nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seseorang yang membangun sebuah rumah, ia perindah dan perhiasi rumah itu, kecuali hanya satu tempat batu saja disalah satu sudut bangunan itu, maka orang-orang berthawaf (berkeliling) disekitarnya, mereka ta’jub terhadap bangunan itu seraya berkata: “Tidakkah lobang ini diletakkan satu batu?” Beliau (nabi Muhammad saw) berkata: “Aku lah satu batu itu dan akulah penutup para nabi.” (Lihat Bukhori, kitab “Manaqib”. Muslim pada kitab “Al-Fadhail”)

(7) Bahwasanya Nabi Muhammad Akan Hijrah (dari Mekkah) Dan Disambut penduduk kota Yang Didatanginya (Madinah).

    (Yesaya Pasal 21:13-17)
    “Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya.”

Dedan : adalah di Arabia bagian Utara. Negeri yang dekat dengan kota Madinah daripada Tema.
Tema : adalah anak Ismail. Daerah utara dekat kota Madinah.
Kedar : adalah anak Ismail.

PERHATIAN : Nubuat kitab Yesaya sangat bertepatan karena sesuai dimana Yahweh (Allah Israel ) berfirman bahawa anak-anak Ismail di Arabia akan mendapat wahyu dari-Nya. Wahyu yang diterima Yesaya memerintahkan kepada orang-orang Tema supaya menghidangkan makanan dan minuman kepada orang-orang yang lari dari pedang. Nabi Muhammad dan umat Muslim kota Mekkah hijrah pada tahun 1 Hijriah menuju kota Madinah dimana mereka mendapat sambutan meriah dari penduduk kota Madinah.

(8) Bahwasanya setahun setelah hijrah akan ada perang yang dimenangkan oleh beliau

    (Yesaya Pasal 21:13-17)
    “Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: ” Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya.”

PERHATIAN : Nubuat ini digenapi dengan Perang Badar, dimana kaum musyrikin Kota Mekkah menyerang Nabi Muhammad saw dan pasukan Islam yang berpusat di Madinah. Nabi Muhammad berjaya melawan Kafir Musyrik Mekah. Pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun 1 Hijrah, Nabi Muhammad saw tiba di Kota Madinah dan Perang badar berlaku pada tanggal 17 Ramadhan thn 2 Hijriah. Jadi dengan selisih satu tahun, Nabi Muhammad saw memimpin pasukan Muslim mengalahkan Kaum Musyrikin Mekkah dalam Perang Badar.

(Ali‘Imran3:123-126)                                                                                                                                                                   Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(9) Bahwasanya Beliau Mengendarai Unta

    “Apabila dilihatnya pasukan, pasang-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, pasukan unta, maka haruslah diperhatikannya sungguh-sungguh, dengan penuh perhatian.” (Yesaya 21:7)

PERHATIAN : Pandangan Yesaya ini terbahagi kepada dua bahagian, bahawa seorang Penunggang Keledai dan seorang Penunggang Unta, umumnya Kristen akan berkata bahwa sang penunggang Keledai itu adalah Yesus (Yohanes 12:14). Lalu siakapah yang dijanjikan akan mengendarai unta ? Tokoh yang dinubuatkan oleh Yesaya ini tidak akan pernah digenapi selain untuk Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad mengendarai unta sebab ia tinggal digurun pasir.

(10) Bahwasanya Bani Ismail Akan Menyanyikan Nyanyian Baru Bagi Tuhan

    “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhann, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.” (Yesaya 42:10-12)

PERHATIAN : Nyanyian bagi mereka adalah nyanyian Azan, Ziikir, dan Takbir kepada Allah swt. Hingga kini hanya ada nyanyian Azan di Arab Saudi, bukan nyanyian Gereja karena 100% penduduk Arab Saudi adalah muslim. Bukit Batu adalah merujuk di kota Madinah. Selain itu kata “NYANYIAN” ini adalah perkataan simbolik ataupun metafora atau lebih mudah jika saya katakan adalah kiasan. Bacaan Al-Quran juga merupakan Nyanyian Baru dari Allah swt kepada seluruh alam. Al-Quran dibaca berlagu dan berirama, mukjizat ini juga memenuhi maksud bahawa manusia suka pada yang berirama dan berlagu kerana Irama dan Lagu adalah Fitrah bagi manusia dari Allah swt.

(11) Bahwasanya kambing dan domba Nebayot dan Kedar akan dipersembahkan di Baitullah (Bait Allah)

    “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku. ” (Yesaya 60:7)

PERHATIAN : Umumnya Kristian akan berkata bahwa Yesaya 60:7 ini adalah untuk Yesus. Namun sejarah hingga kini mencatat Nebayot, Kedar, dan keturunan Ismail lainnya hanya tunduk kepada Nabi Muhammad saw. Rumah keagungan-Ku adalah Baitullah di Ka’bah dan BUKANNYA Basilika St Petrus di Roma dan Gereja di Yerusalem. Ini Karena Bani Ismail tidak pernah mempersembahkan kambing dan domba untuk korban kepada Paus Roma maupun Uskup di Yerusalem.

(12) Bahwasanya Beliau Senantiasa Didoakan setiap waktu

    “Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!” (Mazmur 72:15)

PERHATIAN : Beginilah keadaan Nabi Muhammad saw, umat Muslim selalu mendoakan dan memberkati setiap kalinya dalam sholat (sembahyang) yakni melalui salawat. Selawat ini bermaksud sebagai tanda Terima Kasih kami umat islam kepada Baginda saw yang membawa petunjuk kepada kebenaran. Ganjaran selawat kepada Nabi Muhammad saw itu juga akan dikembalikan kebaikannya kepada mana-mana individu yang mengamalkannya dengan izin Allah swt.

(13) Bahwasanya Beliau akan memimpin 10.000 pasukan menaklukkan Paran

    Ulangan 33:2 (KJV Bible)
    “And he said, The Lord came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them.

    “Berkatalah ia: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit dari Seir kepada mereka; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dengan 10.0000 orang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala.”

Kata “RIGHT HAND” dapat diertikan sebagai arah “Selatan” . Tentu menjadi persoalan, mengapa “Right Hand” ertinya “Selatan”?. Cuba kamu berdiri tegak dengan kedudukan yang sempurna menghadap ke arah Timur, lalu rentangkan kedua tangan kamu. Maka ketika kamu berdiri tegak menghadap ke arah ”Timur” maka Tangan Kiri kamu akan menghadap ke arah ”Utara”, dan Tangan Kanan kamu akan menghadap ke arah “Selatan”.

    Mungkin kamu akan bertanya lagi : “Mengapa arahnya harus menghadap ke Timur?” Jawapannya adalah berdasarkan Kitab Ulangan 33:2 menyebut Tuhan ini diibaratkan Matahari yang bersinar. Sudah tentu Matahari bersinar dari arah Timur dipagi hari. Sehingga ketika kamu menghadap ke arah “Timur”, Tangan Kiri kamu menghala ke arah “Utara”, Tangan Kanan kamu akan menghala ke arah “Selatan”. Kamu boleh praktikkan hal ini sendiri.

Jadi penafsirannya adalah;

    “Dan ia berkata, Tuhan datang dari Sinai, dan terbit kepada mereka dari Seir, ia bersinar dari pegunungan Paran, dan ia datang dengan 10.000 orang kudus dari Selatan dengan hukum yang berapi-api. ” (Ulangan 33:2)

“Sinai” : adalah Tempatnya Musa.
“Seir” :  adalah Palestin, yakni tempat Yesus (Nabi Isa a.s).
“Dan di pegunungan Paran” : Nabi Muhammad saw datang menakluk Kota Mekkah beserta 10.000 orang dengan hukum yang berapi-api.

Menarik untuk diperhatikan bahawa Bible Revisi Terbaru yakni Today’s New International Version (TNIV) dan New International Version (NIV) – meskipun mempunyai perbezaan dengan pernyataan Bible KJV, namun Kitab tersebut TETAP MENYATAKAN bahwa Paran terletak di Selatan.

    Ulangan 33:2 (TNIV dan NIV)
    “He said: “The LORD came from Sinai and dawned over them from Seir; he shone forth from Mount Paran. He came with [a] myriads of holy ones from the south, from his mountain slopes.”

(14) Bahwasanya Kiblat tidak lagi di Yerusalem

    “Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kemudian Yesus berkata: ” hai perempuan, percayalah kepadaku, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. (Yohanes 4:20)

PERHATIAN : Kitab Yohanes diatas mencatat sabda Yesus tentang bagaimana cara menyembah (worship) Allah yang benar dan bila TIBA MASANYA NANTI KIBLAT TIDAK BERADA DI JERUSALEM. Berpindahnya KIBLAT tempat menyembah Allah, tidak akan pernah terjadi selain daripada masa kenabian Muhammad saw.

(D) Apakah Mereka Tidak Beriman?

Dari sekian banyak contoh dari khabar gembira yang telah disebutkan diatas, sangat jelas paada kita bahwa kitab-kitab suci terdahulu yakni Taurat, Mazmur (zabur), kitab-kitab suci Yahudi lainnya, dan Injil telah mengisyaratkan agar umatnya dapat mengenali sang Nabi Penutup. Hal ini telah ada berabad-abad sebelum sang Nabi penutup yakni Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah.

Berita gembira tentang diutusnya Nabi Muhammad saw sangat masyhur sekali dikalangan umat-umat terdahulu. Kerana nabi-nabi mereka telah mengkhabarkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW. Dan berita-berita yang terdapat dalam kitab-kitab suci samawi terdahulu inilah yang menyebabkan kebanyakan orang masuk Islam.

Sebagaimana Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), mereka menunggu kedatangan Nabi Terakhir. Maka tatkala ia datang, mereka yang menhetahui ajaran Taurat diantaranya adalah Abdullah Bin Salam dan Allah swt menceritakan hal ini dalam surat al-Ahqaf ;

    “Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al Ahqaaf 10)

Dan sebahagian dari ahlulkitab (Yahudi dan Nasrani) itu ada yang berpaling terhadap kebenaran. Timbullah perasaan iri dan dengki dikalangan mereka. Bahkan mereka terus-menerus memusuhi, membenci, dan memerangi baginda saw. Kemudian mereka mempelajari teks-teks Alkitab yang menyebutkan tentang nama dan karakteristik Nabi Muhammad, lalu mengeditnya (mengubahsuai mengikut kemahuan mereka).

    “….. kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya …..” (Surah Al-An’am :91)

    “….. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya …..” (Surah An-Nisaa’ 4:46)

    “….. Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya …..” (Surah Al Maa’idah 5:13)

    “….. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.” (QS At Taubah :34)

    “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud mengambil jalan di antara yang demikian, merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (Surah An Nisaa’ 4:150-151)

Penggantian dan perubahan terhadap isi alkitab terus-menerus dilakukan oleh pendeta Kristian hingga saat ini. Namun, isyarat yang pasti dan bukti yang nyata dalam Alkitab hingga kini masih terdapat sisa-sisa keterangan (yang masih belum diedit) yang dengan jelas menyebutkan tentang karakteristik Nabi Muhammad SAW. Jika semua ayat-ayat itu tidak dituju kepada Nabi Muhammad saw, maka Ramalan Kenabian dalam Alkitab tidak akan lengkap dan tidak akan terpenuh sehingga ke Hari Kiamat.

Penulis telah mendapatkan dalam Alkitab mengenai nama, karakteristik, tempat ia diutus, juga disebutkan pula tutur kata beliau, dan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dan kekalahan musuh-musuhnya. Semua karakteristik itu tidak sesuai bagi setiap orang kecuali pada diri Nabi Muhammad SAW.

    “Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam……” (QS Ali ‘Imran 19)

RUJUKAN 
                                                                                                                                                                                                        
    Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.
    Muhammad Dalam Kitab Samawi, Oleh Syeikh Abdul Majid A. Zainuri, Penerbit Iqra Insan Press, cetakan pertama, 2004.
    Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.
    King James Version Bible.
    Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia